Akhir Tragis Perjuangan Arsenal di Liga Champions

Impian Arsenal untuk memenangkan gelar Liga Champions pertama mereka kembali tertunda setelah kalah dari PSG di final 2025/2026. Harapan The Gunners hancur dalam adu penalti dramatis di Puskas Arena di Budapest. Pertandingan berakhir imbang 1-1 setelah 120 menit. Kai Havertz mencetak gol di awal pertandingan, menempatkan Arsenal dalam posisi yang menjanjikan, tetapi PSG menyamakan kedudukan melalui penalti Ousmane Dembele di babak kedua. Dalam adu penalti, keberuntungan berpihak pada PSG, dan Arsenal harus menerima kenyataan pahit gagal menambah gelar Liga Champions lainnya ke dalam warisan mereka.
Arsenal Pernah Berharap Membawa Pulang Trofi
Arsenal memulai pertandingan dengan kuat.
Hanya 302 detik setelah pertandingan dimulai, Kai Havertz mencetak gol setelah bola hasil sapuan Marquinhos mengenai bahu Leandro Trossard dan sampai ke Havertz. Striker Jerman itu menunjukkan ketenangan untuk menyelesaikan peluang tersebut melewati Matvey Safonov. Gol cepat ini memberi Arsenal keunggulan yang besar, dan untuk pertama kalinya dalam sejarah Liga Champions, sebuah tim unggul di final dan kemudian memenangkan pertandingan. Namun, momentum dengan cepat bergeser ketika PSG mulai memberikan tekanan tanpa henti. Arsenal kesulitan mengontrol bola dan sebagian besar hanya bertahan melawan serangan PSG.
Dominasi PSG meningkat di babak kedua. Tekanan yang diberikan akhirnya berbuah hasil saat Cristhian Mosquera melanggar Khvicha Kvaratskhelia di area penalti. Wasit Daniel Siebert menunjuk titik penalti, dan Ousmane Dembele mencetak gol peny equalizer dengan penalti yang sempurna, membuat skor menjadi 1-1. PSG hampir kembali unggul di menit ke-77 ketika Kvaratskhelia menerobos pertahanan. Namun, Myles Lewis-Skelly melakukan tekel krusial, membiarkan bola membentur tiang gawang David Raya. Arsenal bertahan hingga waktu normal dan Raya melakukan penyelamatan penting lainnya di menit-menit terakhir, membawa pertandingan ke babak perpanjangan waktu.
Babak Adu Penalti Menentukan Hasil Akhir Final
Ketegangan berlanjut hingga babak perpanjangan waktu. Arsenal mengajukan banding untuk penalti setelah Noni Madueke tampak melakukan kontak dengan Nuno Mendes di area penalti, tetapi wasit menolak banding tersebut. Declan Rice dan Mikel Arteta diberi kartu kuning karena protes mereka. Skor tetap sama, dan pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti. PSG mendapatkan keuntungan psikologis dengan memenangkan hasil imbang, dan penonton tuan rumah bersorak saat adu penalti dimulai. Eberechi Eze gagal mengeksekusi penalti keduanya untuk Arsenal, mengirim bola melebar. Harapan Arsenal sempat meningkat ketika David Raya menyelamatkan tembakan Nuno Mendes. Tetapi dengan adu penalti imbang 3-3, Lucas Beraldo memberi PSG keunggulan sebelum Gabriel Magalhaes gagal mengeksekusi penaltinya, mengirim bola melewati mistar gawang. Bek asal Brasil itu menutupi wajahnya dengan bajunya setelah kegagalannya memastikan kemenangan PSG 4-3 dalam adu penalti. Arsenal sekali lagi harus menunggu untuk mencapai ambisi lama mereka untuk memenangkan Piala Eropa pertama mereka.
Ikuti : Saatnya menikmati pengalaman bermain Hanya di ROGTOTO dengan Provider game seperti Judi Bola, Live Games, Slot dan Toto Online terlengkap se Asia menang berapapun 100% Pasti Bayar.


