Statistik Menarik di Balik Duel Epik Alexander Zverev vs Flavio Cobolli di Roland Garros 2026

Alexander Zverev akhirnya menorehkan sejarah dengan meraih gelar Grand Slam pertamanya setelah mengalahkan Flavio Cobolli dalam final French Open 2026 yang berlangsung sengit selama 4 jam 16 menit di Paris. Pertandingan lima set yang mendebarkan itu tidak hanya menghadirkan juara baru, tetapi juga melahirkan sejumlah catatan statistik menarik.
Final French Open Kembali Berakhir Lima Set
Laga Zverev kontra Cobolli menjadi final French Open ketiga secara beruntun yang harus ditentukan lewat lima set. Setelah final 2024 dan 2025 menghadirkan drama luar biasa, edisi 2026 kembali membuktikan bahwa Roland Garros selalu menyajikan pertarungan hingga titik terakhir.
Zverev Akhirnya Pecah Telur di Final Grand Slam
Sebelum mengangkat trofi di Paris, Zverev tercatat selalu gagal dalam tiga final Grand Slam sebelumnya. Kemenangan atas Cobolli membuat petenis Jerman itu bergabung dengan Andre Agassi, Goran Ivanisevic, dan Dominic Thiem sebagai pemain yang berhasil merebut gelar Grand Slam pertama pada final keempat mereka.
Cobolli Hentikan Rekor Tiebreak Zverev
Meski akhirnya kalah, Cobolli berhasil mencatat prestasi langka dengan menaklukkan Zverev dalam tiebreak set keempat. Sebelum laga ini, Zverev memiliki rekor luar biasa 26 kemenangan dan hanya dua kekalahan dalam tiebreak di Roland Garros. Cobolli bahkan bangkit dari ketertinggalan untuk memaksakan pertandingan berlanjut ke set penentuan.
Raja Pertandingan Lima Set di Roland Garros
Keunggulan mental Zverev kembali terlihat pada set kelima. Kemenangan atas Cobolli membuat rekornya di set penentuan Roland Garros meningkat menjadi 11 kemenangan dan hanya dua kekalahan. Catatan tersebut menempatkannya sejajar dengan Novak Djokovic dan Stan Wawrinka dalam daftar pemain dengan kemenangan lima set terbanyak di era Open, hanya kalah dari Gael Monfils.
Walaupun gagal menjadi juara, perjalanan Cobolli di Paris tetap layak mendapat apresiasi. Sepanjang final, petenis Italia itu harus menghadapi 21 break point dari Zverev, jauh lebih banyak dibanding delapan break point yang dihadapi lawannya. Ketangguhan bertahan tersebut menjadi bukti perkembangan pesat yang ditunjukkan Cobolli selama turnamen.
Final French Open 2026 bukan sekadar laga perebutan gelar, tetapi juga menjadi panggung lahirnya sejarah baru bagi Zverev serta bukti bahwa Cobolli memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu bintang tenis masa depan.


